Cerita yang terlupakan dari SUMUR DOMAS


Banyak cerita rakyat yang berhubungan dengan proses Islamisasi di Banten salah satunya adalah cerita Syekh Mansyuruddin. Menurut ceritanya Sang syekh adalah salah seorang yang menyebarkan agama Islam di derah Banten Selatan. Salah satu peninggalannya berupa Batu Qur’an yang sekarang banyak didatangi wisatawan untuk berzirah atau untuk mandi di sekitar patilasan, karena disana ada kolam pemandian yang ditengah kolam tersebut terdapat batu yang bertuliskan Al-Qur’an.

Catatan ini tidak akan membahas tentang Batu Qur’an, hari ini beruntung saya dapat mengunjungi salah satu patilasan sang Syekh. Patilasan yang terletak di Desa Campaka Kampung Garokgek Kecamatan Kaduhejo ini memang tidak begitu dikenal masyarakat dibanding Batu Qur’an. Lokasinya yang agak masuk kedalam kampung memang akan sulit ditemui pengunjung apalagi ditambah dengan tidak adanya petunjuk jalan menuju lokasi tersebut.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di 01 Sejarah | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

Perjalanan Pulang Dihadang Gelombang Angin Selatan, Part Four


Setelah mengikuti kunjungan Menhut Zulkifli Hasan pada acara Peresmian dan Deklarasi Javan Rhino Sanctuary Study Area And Global Day of Javan Rhino di Pulau Peucang Pandeglang Banten. Rombongan kami, yang diangkut kapal motor Rahayu-2 bersiap kembali  ke Pantai Katapang Desa Tunggaljaya Kecamatan Sumur, dimana kami memulai perjalanan ini. Setelah barang-barang kami naikan kedalam perahu, Nahkoda dan ABK mulai melepas tali ikatan di dermaga dan kapal mulai melaju ketengah selat.

Baca lebih lanjut

| 2 Komentar

Javan Rhino Sanctuary Study Area And Global Day of Javan Rhino – Part Three


Suara gemuruh membangunkan saya dari tidur, beberapa rekan satu kamar terlihat sibuk mengambil barang-barang liputan. “Menteri sudah datang!” ujar seorang kawan sambil berlari keluar. Saya pun ikut terbangun dan langsung menuju kamar mandi untuk persiapan agenda hari ini. Kelelahan akibat kurang tidur tadi malam memang memaksa hampir seluruh rombongan terlelap dalam istirahatnya. Saat itu pukul 12.30, pesawat heli yang membawa rombongan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mendarat tepat ditengah lapangan yang berada didepan cottage. Beberapa binatang yang saat itu sedang merumput lari menghindar kedalam hutan.

Baca lebih lanjut

| 2 Komentar

Dari Sunrise hingga Sunset di Pulau Peucang, Part Two…


Perahu kami tiba di Pulau Peucang sekitar pukul 07.30, kalau tadi malam perahu mencapai dermaga ini dalam keadaan gelap, kali ini kami tiba didermaga dalam cuaca yang cerah dan matahari mulai terbit. Pemandangan pantai pasir putih yang terhampar memang luar biasa.Saya seperti berada disebuah negeri impian, sangat indah sekali. Suara beberapa binatang yang menghuni pulau ini seakan menyambut kedatangan kami. Baca lebih lanjut

| 2 Komentar

Dari Sunrise hingga Sunset di Pulau Peucang, Part One…


Sebuah tawaran petualangan menarik dan menantang kembali datang, kali ini perjalanannya adalah ke Pulau Peucang di Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon Pandeglang Banten. Pulau yang mempunyai luas 450 hektar ini mempunyai jalur 3 km dengan waktu tempuh 50 menit jika kita akan mengelilinginya.  Pengalaman yang memang tidak mau saya lewatkan, dan ini adalah catatan perjalanan  saya selama mengikuti perjalanan ini. Baca lebih lanjut

| 1 Komentar

Babinsa Desa Sumberjaya Kecamatan Sumur pelopori terbentuknya Desa Swadaya.


Berawal dari pemikirannya untuk membantu masyarakat dalam menanggulangi kebutuhan dana pelayanan kesehatan dasar, Babinsa Desa Sumberjaya Kecamatan Sumur Bripka Hardi Heryadi mempelopori pengumpulan dana masyarakat. Kegiatan yang dinamakannya Dana Sehat dan Kematian ini, dikelolanya secara Swadaya oleh masyarakat. Sampai kini jumlah peserta yang tergabung dalam  pengelolaan dana sehat dan kematian Desa Sumberjaya berhasil mencapai jumlah  4.945 orang peserta.

Baca lebih lanjut

| Meninggalkan komentar

Menikmati Sayur Lada Khas Pandeglang


Bagi masyarakat Pandeglang,  siapa yang tidak mengenal Sayur Lada ?. Sayur lada yang biasa kita temukan pada acara kenduri atau syukuran, menjadi suatu masakan  wajib yang tidak pernah tertinggal.

Perjalanan kali ini, saya akan berkunjung ke sebuah warung nasi disekitar Curug Sawer Pandeglang yang menyajikan Angen Lada (Sayur Lada) sebagai masakan andalannya. Warung nasi yang terletak di Jalan Raya Serang ini terlihat penuh dipadati pengunjung dari berbagai kalangan, baik PNS, Pegawai Swasta bahkan Sopir Angkot pun terlihat antri di warung ini.  Warung KELANA JAYA, demikian pemiliknya menyebut nama warung  ini.  Didalam Warung yang  sederhana ini, terdapat sebuah televisi ukuran 20 Inch dengan menyajikan lagu-lagu melayu sebagai pengantar makan siang kami. Baca lebih lanjut

| 2 Komentar