Dari Sunrise hingga Sunset di Pulau Peucang, Part Two…


Perahu kami tiba di Pulau Peucang sekitar pukul 07.30, kalau tadi malam perahu mencapai dermaga ini dalam keadaan gelap, kali ini kami tiba didermaga dalam cuaca yang cerah dan matahari mulai terbit. Pemandangan pantai pasir putih yang terhampar memang luar biasa.Saya seperti berada disebuah negeri impian, sangat indah sekali. Suara beberapa binatang yang menghuni pulau ini seakan menyambut kedatangan kami.

Dari jauh terlihat beberapa ekor rusa sibuk mencari makanan, begitupun dengan monyet yang bergantungan dipohon membuat suasana berbeda. Setelah menyandarkan perahunya, para ABK menunjuk ikan-ikan yang berada dibawah kapal. Luar biasa Ikan dalam jumlah ribuan terlihat dari atas kapal, air yang jernih membuat dasar pantai terlihat jelas.

Beberapa ekor ikan Kuwe/Gerong ukuran jumbo terlihat hilir mudik mengejar ikan-ikan kecil yang jumlahnya ribuan. Sungguh pemandangan yang sulit kami lupakan, beberapa orang bahkan sempat bercanda bahwa kegagalan mancing kali ini bukan disebabkan oleh tidak adanya ikan dikawasan ini, melainkan memang nasib sial yang menimpa. Hal ini disambut dengan gelak tawa dari seluruh penumpang di kapal. Saking penasarannya beberapa orang yang tadi malam tidak merasakan tarikan ikan, mereka mencoba mulai menurunkan pancingnya, sambil tidak terlepas menjadi ejekan dan bahan tertawaan kami. Rasa lelah akibat kurang tidur semalam seakan sirna dengan hamparan panorama pantai yang luar biasa didepan mata.

Setelah para ABK menambatkan tali didermaga, satu persatu kami mulai meninggalkan perahu. Kami disambut beberapa orang yang telah hadir ditempat itu. Agenda kedatangan menteri Kehutanan yang juga akan hadir dalam acara Peresmian dan Deklarasi Javan Rhino Sanctuary Study Area And Global Day of Javan Rhino diperkirakan pukul 12.00, jadi ada waktu yang tersisa bagi saya untuk membersihkan badan. Pihak panitia telah menyediakan sebuah cottages untuk kami, di Pulau Peucang ada 5 buah bangunan dengan ukuran besar. 3 bangunan digunakan sebagai cottages, 1 bangunan sebagai restoran dan 1 bangunan lagi sebagai Pusat Informasi.

Kami ditempatkan di Cottages Fauna, letaknya berada disisi kiri lapangan utama yang ada di Pulau Peucang. Di Lapangan inilah, heli yang membawa rombongan Menteri akan mendarat. Terlihat beberapa ekor rusa  dan babi hutan sedang merumput mencari makanan di lapangan tersebut, sementara itu monyet berkeliaran disekeliling cottages.

Dan untuk mengetahui lebih jauh tentang Pulau Peucang ini saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke Ruang Informasi yang terletak di sisi kanan dermaga. Berbagai keterangan tentang satwa-satwa yang berada di Pulau Peucang dapat kita ketahui ditempat ini. Beberapa kerangka binatang bahkan terlihat dipamerkan di ruang ini. Bangunan ini diberi nama SULAH NYADAR yang diresmikan penggunaannya pada 26 Juni 2005 oleh Menteri Kehutanan saat itu, yaitu H.MS. Kaban, SE. MSi.

Pulau peucang yang merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon  menjadi tujuan utama wisata alam. Pulau seluas 450 hektar ini merupakan lokasi paling ramai dikunjungi oleh wisatawan. Kegiatan wisata alam yang dapat dilakukan di Pulau Peucang antara lain Hiking ke Karang Copong, Wildlife viewing, swimming, snorkeling dan diving.

Karang Copong adalah nama sebuah karang mati yang cukup besar dan berlubang (copong) di Pulau Peucang bagian utara. Hiking ke Karang Copong biasanya dilakukan pada trail dari arah dermaga pulau Peucang masuk kehutan tropis dan keluar di Karang Copong. Kegiatan ini menawarkan pengalaman menyusuri hutan hujan tropis dataran rendah yang masih alami dengan pohon-pohon ficus, kiara yang besar, burung hantu, tonggeret, babi hutan, rusa, merak dan monyet serta pemandangan sunset.

Dari Pulau Peucang biasanya para pengelola Wisata menawarkan rute wisata ke berbagai tempat di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, diantaranya :

  • Pulau Peucang ke Padang Penggembalaan Cidaon.

Jarak tempuh 1,5 km atau sekitar 20 menit, kegiatan yang dapat dilakukan di Padang Penggembalaan Cidaon antara lain melihat atraksi satwa yang ada di padang penggembalaan seperti banteng, merak, babi hutan, kera ekor panjang dan lain-lain. Satwa-satwa in muncul dipagi hari pukul 06.00 – 08.00 dan sore hari pukul 17.00 – 18.00. Selain itu di Pantai Cidaon kita juga dapat melihat Sunset.

  • Pulau Peucang ke Cihandarusa

Jarak tempuh 2 km atau sekitar 20 menit. Cihandarusa adalah sebuah lokasi disebelah barat laut Pulau Peucang yang memiliki terumbu karang yang indah. Perjalanan ke Cihandarusa dapat ditempuh dengan menggunakan kapal motor dari dermaga  Pulau Peucang. Kegiatan yang dapat dilakukan adalah diving dan snorkling.

  • Pulau Peucang ke Citerjun

Jarak tempuh 1 km atau sekitar 15 menit. Perjalanan menuju lokasi ini dilakukan dengan menyebrang menggunakan kapal motor. Dilokasi ini pengunjung akan melihat pemandangan air terjun yang indah dan dipadu dengan formasi batuan berbentuk teras. Selain itu didaerah pantai Citerjun ini dapat dilakukan snorkling dan diving dengan terumbu karang yang indah.

  • Pulau Peucang ke Cibom terus ke Tanjung Layar

Jarak tempuh 2 km atau sekitar 45 menit. Cibom dapat dicapai dengan menggunakan kapal motor atau boat kecil. Cibom adalah sebuah tempat yang memiliki nilai sejarah cukup penting, yaitu berupa situs pelabuhan tinggalan kolonial Belanda dan menara Tanjung Layar.

Setelah puas mencari data-data tentang Pulau Peucang, saya memutuskan untuk menuju ke tempat istirahat yang sudah dipersiapkan. Rombongan kami ditempatkan di cottage yang terletak disisi kiri lapangan, cottage Flora demikian nama yang terpampang di dinding bangunan tersebut. Cotages yang mempunyai teras yang cukup luas ini, bentuk bangunannya terlihat menyatu dengan alam sekitarnya. Sebagian besar arsitekturnya menggunakan kayu, dipintu masuk tertempel peringatan agar pengunjung selalu menutup pintu jika hendak masuk maupun keluar cottages, “Hal ini untuk menghindari monyet masuk kedalam dan mencuri barang-barang yang ada didalam cottage” ujar seorang petugas.

Setelah membersihkan badan, akhirnya saya memutuskan untuk beristirahat dan tidur. Lumayan ada tersisa beberapa jam sampai acara resmi dilaksanakan pikir saya.

————— kembali kehalaman pertama —————

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

2 Balasan ke Dari Sunrise hingga Sunset di Pulau Peucang, Part Two…

  1. Wah, akhirnya pak Iim kesampaian juga menikmati sendiri keindahan panorama alam di Taman Nasional Ujungkulon. Sayang sekali kita tidak bisa bertemu di Pulau Peucang karena pada saat yang bersamaan, saya sedang mengantar wisatawan Swedia yang mengikuti paket ekowisata andalan Admire Ujungkulon yaitu Rhino Observation Tour bersama tim kamera trap WWF Ujungkulon.
    Catatan perjalanan ini sangat menarik dan mungkin akan saya kutip untuk dimuat di blog Ekowisata Ujungkulon (tentu saja dengan mencantumkan blog ini sebagai sumber aslinya).
    Salam lestari dari Ujungkulon

    • Iim Mulyana berkata:

      Alhamdulillah kang, impian saya menginjakan di TNUK kesampaian juga, 20 tahun bertugas di Pandeglang baru kali ini saya menginjakan kaki TNUK sungguh tempat yang sangat indah…. seperti sebuah tempat di negeri dongeng, indah sekali…. sudah selayaknya lah kita terus menjaga daerah ini agar tidak rusak oleh tangan2 manusia……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s