Babinsa Desa Sumberjaya Kecamatan Sumur pelopori terbentuknya Desa Swadaya.


Berawal dari pemikirannya untuk membantu masyarakat dalam menanggulangi kebutuhan dana pelayanan kesehatan dasar, Babinsa Desa Sumberjaya Kecamatan Sumur Bripka Hardi Heryadi mempelopori pengumpulan dana masyarakat. Kegiatan yang dinamakannya Dana Sehat dan Kematian ini, dikelolanya secara Swadaya oleh masyarakat. Sampai kini jumlah peserta yang tergabung dalam  pengelolaan dana sehat dan kematian Desa Sumberjaya berhasil mencapai jumlah  4.945 orang peserta.

“Program ini memang dirintis oleh Bripka Hardi Heryadi, Idenya muncul sebagai tindak lanjut dari Program Desa Siaga yang diluncurkan oleh Pemerintah. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab kami dalam membantu meringankan beban masyarakat guna memenuhi kebutuhan dana pelayanan kesehatan dasar.” demikian disampaikan oleh Bripka Hardi Heryadi disela-sela kegiatan Kunjungan Kerja Bupati Pandeglang di Kecamatan Sumur.

“Sampai sekarang Jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdaftar menjadi anggota Dana Sehat dan Kematian ini berjumlah 973 orang. Semuanya berasal dari Desa Sumberjaya, ada dua sasaran yang ingin kita capai melalui program ini, yaitu Pemberian Pelayanan Kesehatan (PPK) dan Bantuan Dana Kematian untuk masyarakat” lanjut Hardi.

Sementara itu Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Sumur M. Ansor mengatakan bahwa Pemberian Pelayanan Kesehatan (PPK) ini, meliputi kesepakatan Rawat Jalan bagi masyarakat yang tergabung menjadi peserta ujarya. “Kedepan kami merencanakan kesepakatan ini akan semakin bertambah dengan mengadakan kegiatan pelayanan KB Gratis, Pelayanan Gratis bagi ibu-ibu yang melahirkan, Pelayanan UGD gratis dan pemeriksaan gigi gratis. Semua beban biaya yang dikenakan dalam pelayanan kesehatan ini akan kami klaim (tagih) kepada pengurus. Jadi peserta tidak perlu dibingungkan dengan biaya yang dibebankan dalam memperoleh pelayanan kesehatan ini” ujarnya.

“Untuk memberikan jaminan kepada peserta ini, kami mengeluarkan semacam identitas yang kami namakan Kartu Peserta Dana Sehat dan Kematian. Kartu ini kami cetak untuk 1 kepala keluarga satu kartu, tetapi didalam kartu tersebut tercantum seluruh anggota keluarga yang dijamin biaya pelayanan kesehatannya. Jadi semacam Kartu Askes pak, hanya yang ini kami kelola secara swadaya. Dari rakyat untuk rakyat demikianlah ide dasarnya” ujar Hardi Heryadi.

“Para peserta yang tergabung dalam Dana Sehat dan Kematian ini, dibebani iuran yang dipungut sebesar 2 ribu perbulan. Proses penarikannya kami serahkan sepenuhnya kepada para pengurus RT, mereka akan diberikan uang lelah sebesar 20 persen dari biaya yang ia dapat dari pemungutan. Tapi dengan jumlah iuran 2 ribu ini, maka seluruh anggota keluarga akan mendapat jaminan kesehatan seluruhnya”lanjut Hardi.

“Sementara itu untuk Dana Kematian, kami memberikan bantuan kematian sebesar 150 ribu rupiah. Dana ini mudah-mudahan dapat meringankan beban peserta untuk memperoleh kebutuhan akan perlengkapan kematian seperti kain kafan dan lain-lain” jelas Hardi.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Pandeglang Bidang Kemasyarakatan yang juga sekaligus sebagai Ketua TP-PKK Kabupaten Pandeglang Hj. Siti Erna Nurhayati Erwan mengatakan bahwa Program yang dilaksanakan oleh masyarakat di Desa Sumberjaya ini mudah-mudahan akan menjadi contoh dan menjadi pilot project bagi desa-desa lainnya dalam rangka memperoleh Pelayanan Kesehatan untuk masyarakatnya. Prinsip kebersamaan dan kepercayaan terhadap para pengurus harus benar-benar diciptakan agar kelak program ini dapat terasa manfaatnya bagi masyarakat.

“Hal yang sangat menarik dari program yang dilaksanakan di Desa Sumberjaya ini adalah prinsip dari masyarakat untuk masyarakat dan oleh masyarakat. Mudah-mudahan ini menjadi modal awal untuk terbentuknya sebuah masyarakat desa yang mandiri. Kemandirian ini harus betul-betul kita kembangkan dan kita apresiasi, agar dimasa datang Kabupaten Pandeglang yang saat ini mempunyai 142 Desa Miskin dapat mengurangi jumlah desa miskin menjadi Desa yang Mandiri secara bertahap” lanjutnya. ***

————- kembali kehalaman pertama ————-

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s