Tulang Badak Jawa Ditemukan


PANDEGLANG, Kepala SPTN Wilayah II Handeuleum R. Uus Sudjasa D, menyerahkan hasil penemuan tulang badak jawa di Kantor Balai Taman Nasional Ujung Kulon Labuan hari Rabu (26/0). Tulang yang ditemukan hari Kamis tanggal 20 Mei 2010 sekitar jam 14.40 WIB di Blok Nyiur Taman Nasional Ujung Kulon,  hal ini sangat menarik karena ini adalah tulang badak pertama yang ditemukan di tahun 2010. Menurut keterangan Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon Ir. Agus Priambudi. MSc penemuan ini adalah penemuan yang jarang sekali terjadi, “Berdasarkan catatan kami, penemuan Tulang Badak Jawa yang paling banyak ditemukan pada tahun 1982, saat itu ditemukan tulang badak dengan jumlah signifikan yaitu 5 ekor. Sedangkan pada tahun-tahun berikutnya, kami hanya menemukan tulang badak ini di tahun 2003 satu ekor dan pada tahun 2010 ini, satu ekor”ujarnya.

“Tulang badak ini, kami temukan pada jalur lintasan yang menurut penelitian kami merupakan jalur lintasan yang sering digunakan badak-badak  ini beraktifitas. Penyebab kematiannya menurut dugaan kami sementara adalah karena badak tersebut kemungkinan mengalami patah tulang pada bagian Pinggul sebelah kanannya. Hal ini terlihat saat tulang badak itu ditemukan dalam posisi kaki belakang sebelah kanannya amblas” lanjut Agus.

Tulang Badak yang ditemukan hari Kamis tanggal 20 Mei 2010 ini, kondisi tulangnya terlihat utuh. Pada saat ditemukan, Badak ini diperkirakan telah berada ditempat tersebut  selama satu bulan. Adapun posisi saat kematiannya, ditemukan dalam posisi berbaring pada sisi kanan. Cula, Kerangka dan gigi-giginya dalam kondisi masih baik. Saat ditemukan tulang belulang yang masih utuh ini diselimuti larva/belatung pada cula dan kuku-kuku kakinya. Kondisi gigi seri dan geraham cukup baik atau masih tajam. Panjang Tulang dari ujung kepala ke pangkal ekor adalah 270 cm dengan panjang ekor 55 cm.

Kerangka Badak, berada dalam kondisi 90% lengkap dengan beberapa bagian yang tidak ditemukan berupa tulang digit/jari, sternum/tulang dada, 1 gigi seri kecil/menur dan ujung tulang ekor. Saat ditemukan tengkorak berada didekat kuku kaki depang, dan kuku kaki belakang terbenam didalam tanah sedalam kurang lebih 5-7 centimeter (lebih dalam dibanding kuku kaki depan).

Berdasarkan posisi kematian badak serta utuhnya kerangka dan masih adanya cula, maka kematian badak jantan dewasa ini, dipastikan bukan karena usia tua dan bukan karena perburuan liar. Akan tetapi, penyebab-penyebab lain masih akan dianalisa, seperti : Verifikasi gigi herbivora (kondisi dan usia) oleh dokter hewan serta analisis tanah disekitar kerangka badak yang meliputi logam berat (Hg) dan bahan toksik (Sianida), Mikroorganisme (e-coli, salmonella), Trypanosoma dan antraks.

Saat ditanya oleh beberapa kawan tentang jumlah populasi Badak, Agus Primabodo menjelaskan bahwa, “Saat ini kami sedang melakukan pendataan ulang / Sensus Badak, untuk mengetahui jumlah populasi badak jawa ini. Yang dulu biasanya kami lakukan dengan mengamati jejak-jejak yang ditinggalkan, saat ini kami melakukannya dengan memasang “Kamera Video Trap”. Penggunaan Teknologi ini diharapkan akan meminimalisir kemungkingkan kesalahan hitung, jadi dengan Kamera Viedo Trap selain didapatkan angka yang tepat, juga kita akan bisa mengamati perilaku badak ini dan memprediksi umur rata-rata badak tersebut” jelasnya.

“Sebab-sebab kematian badak ini bukan disebabkan oleh pemburu liar, ini bisa terlihat dari masih lengkapnya bagian-bagian yang biasa diincar oleh pemburu. Para pemburu ini biasanya sering mencari bagian-bagian Cula, Taring dan Menur” demikian disampaikan R. Uus Sudjasa D. sebagai Kepala SPTN Wilayah II Handeuleum.

“Banyak persepsi dari masyarakat yang sampai saat ini tidak tepat, diantaranya banyak orang mengira bahwa cula badak sama dengan tulang. Hal ini tidak benar, karena cula adalah merupakan kumpulan dari serabut rambut yang mengeras. Berbeda dengan tulang, cula akan mengalami keropos sedangkan tulang tidak. Selain itu ada juga yang beranggapan bahwa Cula Badak merupakan senjata, hal ini tidak benar karena cula, bagi badak adalah merupakan perhiasan yang bisa digunakan untuk memisahkan badak jantan dan badak betina. Pada badak jawa betina Cula akan terlihat seperti Mangkuk, sedangkan badak jantan cula akan bebentuk runcing. Kecuali pada Badak Sumatera, culanya akan terlihat sama yang membedakannya adalah pada badak sumatera betina culanya akan lebih dari satu” lanjutnya.

Disela-sela obrolannya, membahas tulang badak ini,  R. Uus Sudjasa D juga menyampaikan bahwa, “Sudah selayaknyalah kita berbangga dan turut menjaga populasi badak jawa ini. Karena saat ini, yang mempunyai populasi badak purba adalah tinggal Indonesia. Dan Badak Jawa inilah salah satu Badak Purba yang sangat dilindungi disamping Badak Sumatera” ujarnya.

Terkait dengan masalah Konservasi Alam, Uus Sudjasa juga mengatakan bahwa kita seharusnya harus malu ke orang-orang Baduy yang bermukim di Kanekes, merelah orang-orang yang sangat menjaga Konservasi Alam ini dengan murni. “Saat kita ingin terlibat dalam konservasi, maka kita harus belajar banyak dari orang Baduy. Terkait dengan keberadaan Taman Nasional Ujung Kulon pun, mereka sangat perhatian terhadap kelestariannya. Karena bagi masyarakat Baduy, Ujung Kulon adalah sebagai PAKU BUMI nya Dunia ini. Jika Paku Bumi ini dirusak, maka akan kiamatlah dunia ini” ujarnya.***

————– kembali kehalaman pertama ————–

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

2 Balasan ke Tulang Badak Jawa Ditemukan

  1. ocoy berkata:

    ya badak badak..
    petugas hanya mampu menemukan tulang belulang saja, sementara badak yang masih hidup blm pernah ditemukan..
    bagaimana mau mengembangbiakkan??

    selamat aja deh…

    • Iim Mulyana berkata:

      Menurut keterangan Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon Ir. Agus Priambudi. MSc saat ini populasi Badak Jawa yang berada di Taman Nasional Ujung Kulon berkisar antara 40 sampai dengan 50 ekor. Sulit memang untuk melacak keberadaan mereka, oleh karena pihak Balai TNUK saat ini memasang “Kamera Video Trap”…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s