Peristiwa terbunuhnya Lurah Astrasusila


Peristiwa terbunuhnya Lurah Astrasusila

Satu peristiwa yang mempercepat meletusnya perang antara Banten dan kompeni Belanda, dalam situasi yang demikian panas, adalah peristiwa dibunuhnya Lurah Astrasusila oleh patroli Belanda; Lurah Astrasusila adalah salah seorang ponggawa Banten yang kena marah Sultan karena peristiwa Pagarage di Sumur Angsana.

Karena perbuatannya itu ia merasa bersalah dan berdosa kepada Allah, maka untuk menebus dosanya ini dia ingin ikut berperang dan mati sahid, dengan cara demikian mudah-mudahan Sultan pun akan memaafkannya.

Suatu hari, seusai shalat Magrib, Astrasusila berlayar dengan sebuah kuting ke arah timur menuju Tanjung Kahit, dan berusaha mencegat kapal Belanda yang biasa berlayar dari Tong-Jawa atau Batavia. Ia melihat sebuah selup kompeni, dan bersama dua orang temannya ia berpura-pura menjadi penjual kelapa yang dengan mudah dinaikkan ke atas selup kompeni. Di atas selup, Lurah Astrasusila dan kedua temannya mengamuk hingga banyak serdadu Belanda yang dibunuhnya, tapi akhirnya ketiga orang itupun gugur.

Peristiwa terbunuhnya Luruh Astrasusila ini disampaikan kepada Sultan ‘Abulfath. Sultan merasa terharu bercampur marah atas pengorbanan punggawanya itu, demikian juga dengan para pembesar lainnya. Sejak saat itulah Sultan menyatakan perang kepada kompeni.

——————- kembali kehalaman pertama ——————

Pos ini dipublikasikan di 01 Sejarah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s