Hj. Siti Romlah Himbau Ibu-ibu Dukung Program Bupati Pandeglang


Pandeglang (12/04)

Hj. Siti Romlah : ”Himbau Ibu-ibu Dukung Program Bupati Pandeglang “

Ketua TP-PKK Kab. Pandeglang Hj.Siti Erna Erwan Kurtubi bersama Anggota DPR-RI Hj. Siti Romlah

PANDEGLANG, Anggota DPR-RI dari Partai Demokrat Hj. Siti Romlah mengajak kaum ibu untuk membantu pembangunan di Kabupaten Pandeglang. ”Kalau perlu ajukan saja program-program pembangunan kepada saya, Insya Allah saya akan bantu di Pusat. Tetapi itu harus diajukan sesuai dengan prosedur. Misalnya melalui pengajuan proposal, jadi sebagai istri, ibu-ibu harus juga membantu suami dalam pembangunan ini” ujarnya.

Hal ini disampaikannya dalam acara Talkshow Peranan Perempuan dalam mensukseskan Pembangunan Daerah yang diadakan oleh Persaudaraan Muslimah (SALIMAH) di Pendopo Kabupaten Pandeglang hari Minggu, 10 April 2010. Acara yang dihadiri oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Pandeglang H.Erna Erwan Kurtubi, Ketua TP-PKK Kabupaten Bekasi Hj, Cucu Soegiharti dan Ketua TP-PKK Kabupaten Lebak Hj. Nila Jayabaya ini dihadiri juga oleh istri-istri Kepala Dinas, Kepala Bagian dan Istri Camat Se-Kabupaten Pandeglang.

”Saya prihatin dengan kondisi Pembangunan Infrastruktur yang ada, khususnya bidang Pembangunan Jalan yang sangat terpuruk dan terbelakang. Untuk itu saya sebagai anggota DPR-RI yang juga kelahiran Pandeglang, saya akan dukung upaya Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi yang akan memfokuskan pada Pembangunan Jalan yang rusak dan hancur, khususnya di daerah Pandeglang Selatan” lanjutnya.

Ketua TP-PKK Kabupaten Pandeglang Hj. Siti Erna Erwan Kurtubi dalam sela-sela kegiatannya mengatakan, ”Di samping wanita sebagai ibu rumah tangga dan pendidik generasi, ia dalam satu waktu juga berperan sebagai pendidik para pemudi-pemudi dan ibu-ibu. Di dalam rumah ia pendidik anak-anak, sedang di luar rumah ia pendidik sebagian anggota masyarakat. Jumlah wanita di dunia ini lebih banyak dari pada jumlah laki-laki. Bila potensi ini tidak diarahkan dan dididik dengan baik, ia akan menjadi penghancur masyarakat, negara bahkan dunia. Suatu masyarakat dikatakan berhasil, bila wanitanya berakhlak mulia. Wanita bagaikan mahkota, bila mahkota baik, maka seluruhnya akan kelihatan cantik dan bagus. Tapi bila mahkotanya rusak, maka yang lainpun tidak ada artinya apa-apa. Seorang wanita tidaklah cukup berkutat dalam rumah saja sebagai IRT, karena para tunas bangsa dan agama telah menunggu uluran tangannya. Apalagi pada saat ini, umat sedang mengalami penurunan akidah, moral dan ibadah” ujarnya. (iim-humas)

——- kembali ke halaman depan ——-

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s