Tiga Dalang Wayang Golek Pentaskan Lakon Sanghyang Purba Alam secara Estafet


Humas – Pandeglang (09/04)

“Tiga Dalang Wayang Golek Pentaskan Lakon Sanghyang Purba Alam secara Estafet”

PANDEGLANG, Bertempat di Panggung Terbuka Bale Budaya Kabupaten Pandeglang, tiga dalang lokal asal Pandeglang dan Rangkasbitung mementaskan Kesenian Wayang Golek secara estafet dan bergantian dalam rangka Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pandeglang ke-136 hari Jum’at (09/04).

Acara yang didukung oleh Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Pandeglang-Lebak ini, dimaksudkan selain sarana untuk mengasah kemampuan para dalang lokal Pandeglang-Lebak juga digunakan sebagai ajang seleksi mencari dalang-dalang terbaik di daerah ini, demikian disampaikan Rohendi salah seorang penggiat seni dari Sanggar Bale Seni Ciwasiat.

”Kami biasanya sering melakukan latihan bersama, yang dilaksanakan dua minggu sekali dan dilakukan secara bergiliran di dua kota yaitu Pandeglang dan Rangkasbitung, karena kebetulan latihan kali ini Kabupaten Pandeglang menjadi tuan rumah dan waktunya bertepatan dengan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pandeglang, maka kami manfaatkan event ini sebagai ajang latihan sekaligus pementasan. Dalam Pementasan kali ini juga, kami menampilkan beberapa nayaga yang terdiri dari beberapa sanggar di Kabupaten Pandeglang, diantaranya dari Sanggar Bale Seni Ciwasiat, Sanggar Tiga Saderek, Sanggar Pamanahrasa dan Sanggar Ringkang Gumilang dengan juru kawih Ibu Ayi dan Ibu Dedeh serta didukung oleh Komunitas Pecinta Seni Bale Budaya” lanjutnya.

Ketiga dalang tersebut adalah Efi Tardana asal Kampung Pasir Haur Kecamatan Mekarjaya, Anang Sonjaya dari Kecamatan Panimbang dan Wawan Sukmara asal Rangkasbitung. Mereka akan membawakan cerita dengan judul Sanghyang Purba Alam yang akan dibawakan secara estafet atau bergantian. Hadir dalam pementasan ini Ketua PEPADI Pandeglang-Rangkas H.Hutbi yang didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pandeglang Cecep Juanda. Pagelaran yang ditonton oleh ratusan orang pengunjung pameran pembangunan dan gelar potensi ini, sangat menarik karena penampilan ketiga dalang ini dituntut menampilkan kemampuan terbaiknya agar menjadi dalang-dalang terbaik didaerah ini.

Ketua Pepadi Pandeglang-Rangkas, H.Hutbi saat memberikan sambutannya mengatakan, ”Seni Wayang Golek, meskipun perkembangannya didua daerah ini terbilang lambat, tapi saya optimis dengan kepedulian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, kedepan seni ini akan terus berkembang. Oleh karena itu, kekhawatiran sebagian orang yang masih berpikir wayang golek akan membawa dampak buruk bagi masyarakat perlu kita hilangkan. Wayang sekarang ini menjadi sarana komunikasi yang efektif untuk menyampaikan dakwah atau Syiar Islam, sebagaimana dulu pernah dilakukan oleh para wali. Bahkan melalui seni wayang pula, kita bisa sisipkan pesan-pesan moral dan pesan-pesan Pembangunan dalam rangka pengembangan pola pikir masyarakat agar lebih maju” ujarnya.

Senada dengan yang disampaikan oleh Ketua Pepadi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pandeglang juga menghimbau kepada masyarakat agar lebih mencintai kesenian-kesenian tradisional yang dimiliki oleh Kabupaten Pandeglang. ”Menurut data yang saya peroleh, hampir kurang lebih 100 jenis kesenian ada di Kabupaten Pandeglang, ini tentunya memerlukan perhatian kita semua. Dengan event-pementasan semacam inilah kita upayakan event ini menjadi sarana peningkatan mutu kesenian didaerah kita, bahkan besok saat Acara Penutupan Pameran Pembangunan dan Gelar Potensi dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pandeglang ke-136 ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pandeglang juga akan menampilkan Rampak Kendang yang didukung oleh 9 group kesenian secara kolosal” ujarnya.

Salah seorang penonton, Bobby dari Kampung Cicalung Kelurahan Kadomas mengatakan dirinya sangat mengapresiasi dengan apa yang dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, kini Bale Budaya semakin semarak dan hidup dengan adanya pementasan-pementasan kesenian semacam ini. Ia berharap agar kegiatan Pementasan semacam ini terus dipertahankan dan dikembangkan tidak hanya karena adanya Pameran Pembangunan saja, fungsi Bale Budaya sebagai Pusat Kesenian di Kabupaten Pandeglang sudah selayaknya menyediakan area dan sarana pementasan kesenian secara berkala, saya optimis iklim berkesenian didaerah Pandeglang akan semakin berkembang jika disediakan event-event semacam ini dipertahankan tuturnya. (iim-humas)

——- kembali ke halaman depan ——-

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s