Pendamping Program PKH di Kabupaten Pandeglang diberikan Pengarahan


Humas – Pandeglang (18/03)

“Pendamping Program PKH di Kabupaten Pandeglang diberikan Pengarahan”

Pendamping Program PKH di Aula Dinsosnakertrans Pandeglang

PANDEGLANG, Sekitar 92 orang yang terdiri dari Pendamping, Operator dan Petugas Data Entri Program Keluarga Harapan (PKH) Tahun 2010 di Kabupaten Pandeglang diberikan pengarahan oleh Bupati Pandeglang H.Erwan Kurtubi di Aula Kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pandeglang hari Kamis (18/03.

Subiyanto sebagai Ketua Unit Pelaksana Program PKH Kabupaten Pandeglang (UPPKH), disela-sela kegiatan sebelum dilangsungkannya kegiatan ini menjelaskan bahwa PKH adalah Program Penanggulangan Kemiskinan melalui Pemberian Bantuan Tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) berdasarkan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan. Tujuannya adalah agar dapat membantu masyarakat sangat miskin dalam jangka pendek. Selain itu PKH merupakan Investasi Sumber Daya Manusia agar generasi berikutnya dapat keluar dari perangkap kemiskinan.

”PKH hanya diberikan kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) jika pada saat registrasi / pendaftaran memenuhi ketentuan sebagai berikut : Memiliki anak usia 6 sampai dengan 15 Tahun atau kurang dari 18 tahun tetapi belum menyelesaikan pendidikan dasar; Memiliki anak usia 0 sampai dengan 6 tahun serta terdapat ibu yang sedang hamil. Jadi penerima bantuan adalah ibu atau wanita pengurus anak dalam Rumah Tangga Sangat Miskin” tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinsosnakertrans Anwar Fauzan mengatakan bahwa Setiap RTSM yang mengikuti PKH akan mendapatkan pendampingan. Tugas seorang pendamping adalah memberikan informasi dan penjelasan kepada peserta PKH tentang prosedur yang harus dilalui. ”Pendamping bertugas memberikan penjelasan tentang ketentuan dan persyaratan program agar bantuan yang diterima tidak dihentikan. Ada dua Mekanisme Kontrol, Monitoring dan Evaluasi yang dapat dilakukan yaitu melalui Mekanisme Formal dan Mekanisme Informal. Dengan Mekanisme Formal PKH melibatkan Perguruan Tinggi dan/atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk mengawasi program. Juga disiapkan Unit Pengaduan Masyarakat yang berfungsi mengakomodasi segala jenis pengaduan terkait dengan pelaksanaan PKH dan penanangan penyelesaiannya. Informasi ini akan diterima dan disalurkan hingga ke tingkat pusat melalui sistem informasi dan manajemen PKH yang telah dipersiapkan” katanya,

”Sedangkan dengan Mekanisme Informal yaiitu dengan melibatkan unsur-unsur diluar pelaksanaan Program Keluarga Harapan dapat berupa kontrol sosial terhadap pelaksanaan program. Tujuannya adalah untuk memastikan adanya pengawasan yang memadai terhadap bentuk-bentuk penyimpangan, baik dalam penyaluran dan pemanfaatan bantuan tunai, maupun tidak dipenuhinya komitmen-komitmen oleh semua pihak, yaitu peserta, pelaksana, maupun penanggungjawab PKH” ujarnya.

Bupati Pandeglang H.Erwan Kurtubi dalam pengarahannya mengatakan  bahwa Indikator Keberhasilan Pembangunan adalah Berkurangnya Angka Tingkat  Kemiskinan di suatu daerah. Oleh karena itu ia menampik bahwa besarnya angka penerima bantuan tidak langsung bisa diartikan sebagai keberhasilan pembangunan disuatu daerah, karena dengan semakin meningkatnya program-program bantuan yang diterima berarti angka tingkat kemiskinan semakin bertambah. Namun demikian ia menyambut baik terhadap Program ini karena dengan program ini akan mengurangi beban sebagian masyarakat yang tergolong Ruma Tangga Sangat Miskin.

”Rendahnya kemampuan ekonomi masyarakat miskin menyebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan pendidikan dan kesehatan bagi anak-anak Rumah Tangga sangat Miskin (RTSM). Dengan Program PKH inilah mudah-mudahan dapat membantu Rumah Tangga Sangat Miskin memperoleh pelayanan pendidikan dan kesehatan yang memadai. Dengan demikian generasi berikutnya diharapkan menjadi lebih sehat, berpendidikan dan akhirnya bisa terlepas dari kemiskinan” ujarnya. (iim-humas)

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s