Pesona Taman Nasional Ujung Kulon


Humas – Pandeglang (14/03)

“Pesona Taman Nasional Ujung Kulon”


PANDEGLANG, Siapa yang tidak mengenal Taman Nasional Ujung Kulon ?. Taman Nasional yang terletak disebelah barat Pulau Jawa dan berada diwilayah Kabupaten Pandeglang ini merupakan merupakan perwakilan ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah yang tersisa dan terluas di Jawa Barat, serta merupakan habitat yang ideal bagi kelangsungan hidup satwa langka badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan satwa langka lainnya. Terdapat tiga tipe ekosistem di taman nasional ini yaitu ekosistem perairan laut, ekosistem rawa, dan ekosistem daratan. Untuk mengenal Taman Nasional Ujung Kulon, berikut ini kami tampilkan data dan informasinya.

Keanekaragaman tumbuhan dan satwa di Taman Nasional Ujung Kulon mulai dikenal oleh para peneliti, pakar botani Belanda dan Inggris sejak tahun 1820.

Kurang lebih 700 jenis tumbuhan terlindungi dengan baik dan 57 jenis diantaranya langka seperti; merbau (Intsia bijuga), palahlar (Dipterocarpus haseltii), bungur (Lagerstroemia speciosa), cerlang (Pterospermum diversifolium), ki hujan (Engelhardia serrata) dan berbagai macam jenis anggrek.

Satwa di Taman Nasional Ujung Kulon terdiri dari 35 jenis mamalia, 5 jenis primata, 59 jenis reptilia, 22 jenis amfibia, 240 jenis burung, 72 jenis insekta, 142 jenis ikan dan 33 jenis terumbu karang. Satwa langka dan dilindungi selain badak Jawa adalah banteng (Bos javanicus javanicus), ajag (Cuon alpinus javanicus), surili (Presbytis comata comata), lutung (Trachypithecus auratus auratus), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus), kucing batu (Prionailurus bengalensis javanensis), owa (Hylobates moloch), dan kima raksasa (Tridacna gigas).

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan obyek wisata alam yang menarik, dengan keindahan berbagai bentuk gejala dan keunikan alam berupa sungai-sungai dengan jeramnya, air terjun, pantai pasir putih, sumber air panas, taman laut dan peninggalan budaya/sejarah (Arca Ganesha, di Gunung Raksa Pulau Panaitan). Kesemuanya merupakan pesona alam yang sangat menarik untuk dikunjungi dan sulit ditemukan di tempat lain.

Jenis-jenis ikan yang menarik di Taman Nasional Ujung Kulon baik yang hidup di perairan laut maupun sungai antara lain ikan kupu-kupu, badut, bidadari, singa, kakatua, glodok dan sumpit. Ikan glodok dan ikan sumpit adalah dua jenis ikan yang sangat aneh dan unik yaitu ikan glodok memiliki kemampuan memanjat akar pohon bakau, sedangkan ikan sumpit memiliki kemampuan menyemprot air ke atas permukaan setinggi lebih dari satu meter untuk menembak memangsanya (serangga kecil) yang berada di i daun-daun yang rantingnya menjulur di atas permukaan air.

Dermaga di Pulau Peucang

Rusa (Cervus timorensis)    Taman Nasional Ujung Kulon bersama Cagar Alam Krakatau merupakan asset nasional, dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991.

Untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan Taman Nasional Ujung Kulon sebagai Situs Warisan Alam Dunia, UNESCO telah memberikan dukungan pendanaan dan bantuan teknis.

Masyarakat yang bermukim di sekitar taman nasional yaitu suku Banten yang terkenal dengan kesenian debusnya. Masyarakat tersebut pengikut agama Islam, namun mereka masih mempertahankan kebiasaan-kebiasaan, tradisi, dan kebudayaan nenek moyang mereka.

Di dalam taman nasional, ada tempat-tempat yang dikeramatkan bagi kepentingan kepercayaan spiritual. Tempat yang paling terkenal sebagai tujuan ziarah adalah gua Sanghiang Sirah, yang terletak di ujung Barat semenanjung Ujung Kulon.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi: Tamanjaya dan Cibiuk. Pintu masuk utama dengan fasilitas, pusat informasi, wisma tamu, dermaga, sumber air panas.

Pantai Kalejetan, Karang Ranjang, Cibandawoh. Fenomena gelombang laut selatan dan pantai berpasir tebal, pengamatan tumbuhan dan satwa. Pulau Peucang. Pantai pasir putih, terumbu karang, perairan laut yang biru jernih yang sangat ideal untuk kegiatan berenang, menyelam, memancing, snorkeling dan tempat ideal bagi pengamatan satwa satwa rusa di habitat alamnya.
Karang Copong, Citerjun, Cidaon, Ciujungkulon, Cibunar, Tanjung Layar, dan Ciramea. Menjelajahi hutan, menyelusuri sungai, padang pengembalaan satwa, air terjun dan tempat peneluran penyu.

Pulau Handeuleum, Cigenter, Cihandeuleum. Pengamatan satwa (banteng, babi hutan, rusa, jejak-jejak badak Jawa dan berbagai macam jenis burung), menyelusuri sungai di ekosistem hutan mangrove.
Pulau Panaitan, dan Gunung Raksa. Menyelam, berselancar, dan wisata budaya/ sejarah.

Musim kunjungan terbaik: bulan April s/d September.

Cara pencapaian lokasi:

Jakarta – Serang (1 1/2 jam via jalan Tol), Serang – Pandeglang – Labuan (1 1/2 jam) atau Jakarta – Cilegon (2 jam via jalan Tol), Cilegon – Labuan (1 jam) atau Bogor – Rangkasbitung – Pandeglang – Labuan (4 jam).
Labuan – Sumur (2 jam), Sumur – Pulau Peucang (1 jam dengan kapal motor nelayan) atau Labuan – Pulau Peucang (4 jam dengan kapal motor nelayan).

Kantor : Jl. Perintis Kemerdekaan No. 51, Labuan, Pandeglang 42264
Telp. (0253) 801731; Fax. (0253) 804651

E-mail : btnuk@cilegon.wasantara.net.id

Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus)

Dinyatakan Menteri Pertanian, tahun 1980

Ditunjuk Menteri Kehutanan, SK No. 284/ Kpts-II/92,

luas 122.956 hektar

Ditetapkan —

Letak Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten

Temperatur udara 25° – 30° C

Curah hujan Rata-rata 3.200 mm/tahun

Ketinggian tempat 0 – 608meter dpl

Letak geografis 6°30’ – 6°52’ LS, 102°02’ – 105°37’ BT

(iim-humas)

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

3 Balasan ke Pesona Taman Nasional Ujung Kulon

  1. custri berkata:

    Assalamualaikum…
    pak iim saya mau tanya,,tentang TNUK ini,,
    Apa yang membuat TNUK ini sering dikunjungi oleh wisatawan asing,,
    apakah TNUK pernah mendapatkan prestasi pengunjung Taman nasional terbanyak?
    tolong jwb pertanyaan saya ke email saya yak pak..
    trima kasih banyak sebelumnya…
    ^_^
    ini untuk menambah bhn penelitian sy pak ttg TNUK.

    • Iim Mulyana berkata:

      Komisi Warisan Alam Dunia UNESCO telah mengukuhkan kawasan TNUK seluas 120.551 hektar sebagai warisan alam dunia (the natural heritage site) dgn Surat Keputusan Nomor SC/Eco/5867.2.409 Tahun 1992. Pendek kata, Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) tdk lagi hanya milik Indonesia, tapi sudah menjadi aset dunia.

      Kekayaan alam yang paling monumental, yaitu badak jawa (Rhinoceros sondaicus) yang di dunia hanya tersisa di kawasan Ujung Kulon dan Cagar Alam Cat Loc, Vietnam (5-8 ekor).

      Salah satu keistimewaan Ujung Kulon adalah potensi alamnya berupa hutan hujan tropis dataran rendah yang terluas di Pulau Jawa. Sebanyak 700 jenis flora tumbuh di tempat ini, dan menjadi tempat yang nyaman bagi 536 jenis fauna, yakni 35 mamalia, lima primata, 240 aves, 59 reptilia, 22 amfibi, 142
      pisces, dan 33 terumbu karang.

      Dengan kata lain, potensi Ujung Kulon merata di daratan maupun perairan laut. Di samping menjadi sebuah kebanggaan yang oleh masyarakat Banten dinyatakan sebagai satu dari Tujuh Keajaiban Banten (the seven wonders of Banten), potensi Ujung Kulon itu juga menjadi magnet bagi banyak orang untuk melakukan eksploitasi.

  2. muhammad choiruddin azis berkata:

    tolong lebih diperjelas mengenai satwa yang ada di taman nasional ujyng kulon, terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s