Pemda Pandeglang Ajak Petani Terapkan Teknologi SL-PTT


Humas – Pandeglang (09/03)

“Pemda Pandeglang Ajak Petani Terapkan Teknologi SL-PTT”

Bupati Serahkan bantuan bibit Petani

PANDEGLANG, ”Pemerintah Kabupaten Pandeglang pada musim tanam tahun 2010 ini mengajak kepada seluruh Kelompok Tani untuk menerapkan Teknologi SL-PTT (Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu) dalam berusaha taninya. Dimana pada teknologi ini ada 12 komponen teknologi unggulan (PTT) padi sawah, penekanannya pada penggunaan benih unggul berlabel, Pemupukan yang berimbang, Peningkatan Populasi Tanam dengan cara Tanam Legowo, Cara Pengairan Internitent, serta pengendalian OPT secara terpadu serta penanganan panen dan pasca panen yang baik sehingga produktivitas padi sawah dapat terus ditingkatkan yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan petani, mendorong dan meningkatkan kesejahteraan petani, mendorong dan meningkatkan kerja keras petani serta petugas dalam mewujudkan pembangunan pertaniian dan perkebunan di Kabupaten Pandeglang” hal ini disampaikan Bupati Pandeglang H. Erwan Kurtubi saat memberikan sambutannya pada acara Pembukaan Kegiatan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu Tahun 2010 di Desa Pangkalan Kecamatan Sobang Hari Selasa (09/03).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan Temu Lapang Petani Mitra SYNGENTA Provinsi Banten ini digelar bekerjasama Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Pandeglang, Kecamatan Sobang dan Petani Mitra Syngenta. Hadir dalam acara tersebut selain Bupati Pandeglang juga Kepala Dinas Pertanian dan  Perkebunan Kabupaten Pandeglang Cahya Sopyandi, Camat Sobang Puji Widodo, Unsur Muspika, Tokoh masyarakat dan alim ulama Kecamatan Sobang, para kepala desa sekecamatan Sobang dan puluhan petani yang tergabung dalam Gapoktan sekecamatan Sobang.

”Arah Kebijakan Pembangunan Pertanian dan Perkebunan di Kabupaten Pandeglang kedepan adalah peningkatan produktivitas pertanian dan perkebunan yang berkelanjutan, ramah lingkungan dengan memperhatikan konservasi sumber daya alam dan air sehingga peningkatan produksi tidak mengganggu keseimbangan alam, dengan penerapan GAP (Good Agriculture Product). Sehingga produk yang dihasilkan aman bagi konsumen, hal ini telah dilakukan di beberapa kecamatan dengan teknologi SRI (Sistem Rice of Intensification) serta bantuan APPO (Alat Pengolah Pupuk Organik) dan RP3O (Rumah Percontohan Pembuatan Pupuk Organik)” sambung Bupati.

Diakhir acara melakukan Dialog dengan para petani yang tergabung dalam Gapoktan sekecamatan Sobang dan dilanjutkan dengan penyerahan Bibit Petani dan 2 buat Traktor yang diserahkan kepada para petani. Bupati juga berkesempatan menaburkan benih padi sebagai simbol dibukanya Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu di Kecamatan Sobang. (iim-humas)

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

3 Balasan ke Pemda Pandeglang Ajak Petani Terapkan Teknologi SL-PTT

  1. HADIYANTO berkata:

    Di desa saya (kertaraharja) masalah bantuan bibit pertanian belum sampe ke masyarakat, begitu yang dilaporkan masyarakat desa kertaharja kec. sobang. yang baru sampe kemasyarakat baru pupuk. apakah pembagian bibit pertnian ini pembagianya tdk merata? tolong pemerintah terkait lebih proaktif dalam menjalankan program pemulihan pertanian ini. dan tindak oknum-oknum masyarakat yang sengaja menimbun bantuan dari pemerintah ini.

  2. taufik berkata:

    Dalam beberapa kasus bantuan terhadap masyarakat desa, terutama program BLP (Bantuan langsung ke petani), sudah bukan berita baru dengan banyak sekali oknumyang memperkaya diri sendiri dan keluarganya, tidak transparannya iformasi ke para masyarakat tani memang dibuat dengan sengaja. PPL (PNS dan Tenaga Kontrak), selalu bermain kotor dalam kegiatan ini. Makelar / broker/ penadah baik itu petugas formulator dari beberapa perusahaan benih, pestisida, herbisida semua ikut andil dalam karakter pembodohan masyarakat desa. Bahasa yang dikemas oleh mereka biasanya bahasa membantu, tapi sebenarnya memeras dan embodohi, halus prilakunya.
    Kasus ini tidak hanya terjadi di Bumi santri pandeglang, tapi saya mengamati di beberapa wilayah republik ini (Papua, Kalimantan, Sumatra), tapi untuk masyarakat banten sangat menyedihkan. Banyaknya lembaga pendidikan agama bukan membuat masyarakat takut akan dosa dan larangan agama, tapi main hantam kromo, kasus ini banyak dimainkan oleh masyarakat pendatang dari luar banten, sangat menikamti kebodohan dan keterbukaan masyarakat banten, yg jujur, polos, semua ini dimanfaatkan mereka, tidak percaya…. silahkan amati disekeliling kita, lawan ketidak adilan ini…

    Saya putra daerah yang bekerja di NGO, divisi pemberdayaan masyarat marginal….. Cipeucang merupakan tempat kelahiranku,

  3. iksan soehandi berkata:

    tolong setiap saat perbaharui infonya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s