Sebanyak 560 orang Guru, Calon Penerima Sertifikasi ikuti Sosialisasi


Humas – Pandeglang (08/03)

“Sebanyak 560 orang Guru Calon Penerima Sertifikasi ikuti Sosialisasi”

Guru Calon Penerima Sertifikasi, ikuti Sosialisasi

PANDEGLANG, Sebanyak 560 orang guru calon penerima Sertikasi ikuti sosialisasi yang dilaksanakan di Wisma PKPRI Pandeglang hari Senin (08/03). Kegiatan yang dilaksanakan dua tahap ini diikuti oleh guru-guru se-kabupaten Pandeglang dari berbagai wilayah di Pandeglang mulai dari guru TK sampai dengan Guru SLTA.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Pandeglang H.Erwan Kurtubi, Sekretaris Dinas Pendidikan A.Yani, Ketua Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS) H. Suryana, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang Nurhasan, Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan Mu’min Sueb.

Sertifikasi Guru adalah merupakan amanat dari Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang pelaksanaannya berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Guru, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 10 Tahun 2009 tentang Sertifikasi bagi guru dalam jabatan dan Keputusan Mendiknas Tahun 2009 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Penyelenggara Sertifikasi Guru Dalam Jabatan (Kepmendiknas Nomor 022/P/2009).

”Perlu diketahui bahwa jumlah Guru di Pandeglang sebanyak 9.500 orang dan yang telah memiliki Sertifikasi baru mencapai 2.800 orang sedangkan sisanya belum memiliki sertifikasi. Oleh karena itu kita seluruh jajaran Dinas Pendidikan harus bekerja keras bagaimana caranya agar seluruh guru di Pandeglang mempunyai Sertifikasi. Sedangkan kuota yang dimiliki oleh Kabupaten Pandeglang untuk tahun ini hanya untuk 600 orang guru” demikian disampaikan oleh Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang Nurhasan.

”Diundang-undang Nomor 14 Tahun 2005 juga menyebutkan bahwa untuk mewujudkan guru yang profesional maka diperlukan adanya suatu standar kompetensi. Oleh karena itu untuk mencapai hal tersebut maka dilakukanlah sertifikasi guru yang meliputi 4 hal yang akan dinilai, diantaranya Pedagogi, Kepribadian, Sosial dan Profesionalisme. Badan Standar Pendidikan telah menetapkan bahwa untuk meningkatkan profesionalisme maka seorang guru sekarang harus minimal D4, S1 atau mempunyai Sertitikasi Pendidikan. Sertifikasi ini bisa ditempuh dengan dua cara yaitu melalui Portofolio atau melalui jenjang Pendidikan. Sertifikasi akan diterbitkan setelah melalui proses seleksi baik itu administrasi maupun kemampuan yang akan dilakukan oleh Tim Asesor, dan untuk kabupaten Pandeglang Tim Asessor nya adalah dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Oleh karena itu saya berharap mudah-mudahan calon-calon yang akan menerima sertifikasi ini mengikutinya dengan sungguh-sungguh” lanjutnya.

”Uji Kompetensi dalam bentuk Penilaian Portofolio harus memenuhi persyaratan, menyusun portofolio dengan mengacu Pedoman Penyusunan Portofolio.  Portofolio yang telah disusun kemudian diserahkan kepada dinas pendidikan kabupaten atau dinas pendidikan provinsi (peserta guru SLB) untuk diteruskan kepada Rayon Lembaga Pendidikan Tenaga Pendidikan (LPTK) Penyelenggara Sertifikasi Guru untuk dinilai. Penilaian portofolio dilakukan oleh 2 (dua) asesor yang relevan dan memiliki Nomor Induk Asesor (NIA) dengan mengacu pada rubrik penilaian portofolio. Apabila hasil penilaian portofolio peserta sertifikasi guru dapat mencapai angka minimal kelulusan dan memenuhi persyaratan kelulusan, maka dinyatakan lulus dan memperoleh sertifikat pendidik. Apabila skor hasil penilaian portofolio telah dapat mencapai angka minimal kelulusan dan memenuhi persyaratan kelulusan, namun secara administrasi masih ada kekurangan maka peserta harus melengkapi kekurangan tersebut. Apabila hasil penilaian portofolio peserta sertifikasi guru belum mencapai angka minimal kelulusan, maka Rayon LPTK menetapkan alternatif sebagai berikut. 1) Melakukan kegiatan yang berkaitan dengan profesi pendidik untuk melengkapi kekurangan portofolio (missal melengkapi substansi atau MS bagi peserta yang memperoleh skor 841 s/d 849). Apabila dalam kurun waktu tertentu yang ditetapkan Rayon LPTK peserta tidak mampu melengkapi akan diikutsertakan dalam Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG).  2) Mengikuti PLPG yang mencakup empat kompetensi guru dan diakhiri dengan uji kompetensi. Penyelenggaraan PLPG. Peserta yang lulus uji kompetensi memperoleh Sertifikat Pendidik. Jika peserta belum lulus, diberi kesempatan ujian ulang dua kali (untuk materi yang belum lulus). Peserta yang tidak lulus pada ujian ulang kedua dikembalikan ke dinas pendidikan kabupaten atau dinas pendidikan provinsi untuk dilakukan pembinaan/peningkatan kompetensi” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan H. A..Yani dalam pengarahannya mengatakan bahwa ”Perhatian Pemerintah saat ini benar-benar tertuju pada peningkatan kesejahteraan guru. Hal ini dibuktikan melalui tunjangan-tunjangan yang selama ini diberikan kepada guru, diantaranya saat ini sedang diluncurkan tunjangan untuk guru non sertifikasi, yang jumlahnya sebesar 250 ribu perbulan yang dirapel dalam 1 tahun. Saya ingatkan bahwa tunjangan ini tidak boleh ada pemotongan. Oleh karena itu jika bapak dan ibu menemukan pemotongan yang mengatasnamakan Dinas Pendidikan, saya harap untuk segera melakukan koordinasi dan menge-cek kebenarannya kepada Dinas Pendidikan. Dan dengan sertifikasi ini bapak dan ibu akan meningkatkan penghasilan sebesar 100% dari gaji pokok, oleh karena itu saya berharap bapak dan ibu bisa menjalankan tugasnya dengan sungguh-sungguh, karena perhatian Pemerintah saat ini cukup besar perhatiannya kepada nasib guru” katanya.

Bupati Pandeglang H.Erwan Kurtubi yang saat itu turut hadir dalam acara tersebut mengingatkan bahwa ”Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang saat ini sedang berusaha untuk terus memperhatikan nasib-nasib guru di Pandeglang, oleh karena itu dengan sertifikasi ini mudah-mudahan akan dapat memperbaiki kesejahteraan guru disamping untuk meningkatkan profseionalisme guru. Saya berharap agar semua yang hadir disini dapat lulus semua sehingga tidak ada yang harus diulang.  Menyikapi Pemilukada yang sebentar lagi akan digelar di Pandeglang, saya berharap semua guru bisa menggunakan hak pilihnya dengan cerdas dan cermat dalam memilih, karena dengan pemiih yang cerdaslah maka pemimpin yang dihasilkan juga akan memiliki kualitas yang kita harapkan bersama. Saya berbicara disini bukan sebagai Calon, akan tetapi saya hadir disini karena memang kapasitas saya selaku Bupati Pandeglang yang harus bertanggungjawab terhadap seluruh kegiatan yang dilaksanakan. Saya tidak akan menggiring dan memaksa saudara-saudara dalam menggunakan hak pilihnya. Marilah kita bangun Pandeglang ini dengan rasa penuh tanggung jawab dan kita bangun bersama” ujarnya. (iim-humas)

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s