Masyarakat dihimbau Waspadai Sambaran Petir dan Tiupan Angin Keras


Humas – Pandeglang (05/03)
“Masyarakat Diimbau Waspadai Sambaran Petir dan Tiupan Angin Keras”

Awan Cumulonimbus

PANDEGLANG, Pengamat cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banten, Yanti, Kamis malam, mengatakan, sejak empat hari terakhir ini setiap sore terjadi hujan deras disertai sambaran petir dan tiupan angin kencang. Kondisi demikian, tentu sangat membahayakan bagi masyarakat terhadap sambaran petir dan tiupan angin kencang.

Untuk menghindari fenomena alam tersebut, pihaknya mengimbau warga menjauhi daerah terbuka seperti lapangan, persawahan ketika hujan deras melanda kawasan setempat. Sebab banyak warga yang menjadi korban sambaran petir mereka sedang berada di lapangan terbuka maupun areal persawahan. Pihaknya mengingatkan warga perlu meningkatkan kewaspadaan baik terhadap sambaran petir maupun angin beliung

Saat ini, kata dia, mulai memasuki peralihan musim hujan ke musim kemarau dan berpotensi hujan deras disertai petir dan angin puting beliung.”Saya minta warga tetap waspada jika hujan deras terjadi sebaiknya berada di rumah,” katanya.

Dia juga mengatakan, ciri-ciri potensi sambaran petir dan angin beliung bisa dilihat jika siang hari suhu udara panas dan sore hari lembab maka akan terjadi gerakan awan Cumulonimbus (CB) yang banyak muncul selama beberapa terakhir ini.

Pembentukan awan CB itu, kata dia, sangat berpotensi munculnya angin puting beliung disertai sambaran petir. Menurut dia, munculnya angin puting beliung ditandai tumbuhnya awan Cumulus yakni awan berbentuk seperti bunga kol berlapis-lapis menjulang tinggi dan mempunyai batas tepi yang sangat jelas. Tiupan angin puting beliung dan sambaran petir biasanya terjadi sekitar pukul 15.00 sampai 17.00 WIB.

“Kami minta jika melihat cuaca gelap ditandai awan hitam, sebaiknya berada di tempat aman dan jangan berlindung di bawah pohon besar atau jaringan kabel listrik,” katanya. Dia menyebutkan, sambaran petir dan puting beliung berpotensi di Kabupaten Lebak, Pandeglang, Serang, Kota Serang dan Cilegon. Bahkan, angin puting beliung belum lama ini menerjang Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak yang mengakibatkan ratusan rumah dan tempat ibadah rusak. (sumber : http://www.antaranews.com)


Mengenal Cumulonimbus, Pertanda Angin Ribut

Awan Cumulonimbus

Masyarakat diminta mewaspadai munculnya awan cumulonimbus. Pasalnya, awan tersebut merupakan pertanda alam akan terjadinya hujan deras dengan disertai angin ribut. Awan cumulonimbus berbentuk gumpalan putih menyerupai kapas atau bentuk sayur kol. Semakin lama, gumpalan awan itu akan menjulang tinggi. Masyarakat Provinsi Banten selama sepekan ke depan diimbau mewaspadai sambaran petir dan tiupan angin kencang yang sangat berpotensi sehubungan masuknya peralihan musim (pancaroba).

Terjadinya gejala alam ini sifatnya lokal dan waktunya relatif cepat. Namun bisa mengakibatkan kerugian besar, karena angin ribut yang muncul kemudian bisa menghisap dan melempar benda ke atas. kedatangan awan tersebut bisa diprediksi sebelumnya. Apabila pagi hari terasa panas terik dan kelembabannya tinggi, siang hari pasti akan ada awan Cumulonimbus, karena dipengaruhi pemanasan daratan. Pemanasan tersebut timbul karena pada masa pancaroba lama tidak terjadi hujan.

Kalau sudah mulai terlihat ada awan putih bergumpal seperti kol atau kapas, dan menjulang tinggi warga harus waspada. Nah kalau puncak dasar awan mencapai ketinggian maksimal, sekitar 45 ribu kaki, maka akan timbul angin ribut.  Awan cumulonimbus terjadi sangat cepat akibat pemanasan tinggi di permukaan bumi. Pemanasan tersebut mendorong uap air naik ke atas dengan cepat. Tekanan di bawah awan rendah, sementara udara di sekitar tinggi. Minimnya curah hujan yang terjadi disebebabkan karena munculnya Badai Tropis di timur laut Australia dan Samudera Hindia sekitar barat Sumatera pada awal bulan.  (iim-humas)

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s