GAPOKTAN Mekar Tani Panimbang Gelar Panen Raya


Humas – Pandeglang (24/02)

PRESS REALESE :
“GAPOKTAN Mekar Tani Panimbang Gelar Panen Raya”

Bupati bersama Kepala Dinas Pertanian sdg melakukan Panen Raya

PANDEGLANG, Pandeglang dengan luas areal pesawahan 53.951 Ha, memberikan kontribusi beras yang cukup besar terhadap provinsi Banten, dimana pada tahun 2009 produksi beras mencapai 282.713 ton, sehingga untuk Kabupaten Pandeglang Swasembada Pangan telah tercapai, bahkan surplus 55,6% sehingga Kabupaten Pandeglang dapat menjual beras kepada Kabupaten / Kota lain yang membutuhkan. Hal ini terungkap saat Bupati menghadiri acara Panen Raya yang digelar Gapoktan Mekar Tani di Kp. Lame Desa Mekarsari Kecamatan Panimbang hari Rabu (24/02).

Hadir dalam acara tersebut selain Bupati Pandeglang H.Erwan Kurtubi juga Ketua Komisi I DPRD Provinsi Banten Upiyadi, Assisten Administrasi Umum Tb. Sudrajat, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Cahyan Sopyandi, Kepala Kesbangpol & Linmas Futony Sy, Kepala Kantor Ketahanan Pangan Hamdani, Camat Panimbang Anwari Husnira, Kapolsek Panimbang Ahmad Zuhari, Camat Sobang Tri Widodo, Kepala Desa Mekarsari Rasudin, Para Penyuluh Pertanian, Tokoh Masyarakat dan Petani yang tergabung dalam Gapoktan Mekar Tani.

”Sebagian besar sawah yang berada di areal ini adalah sawah tadah hujan dan dari luas 1.480 Hektar sawah yang akan dipanen hari ini, seluas 4 hektar sawah menggunakn Inpari I. Kami menggelar acara ini dengan kerja keras dan hasil swadaya dari anggota kami” demikian disampaikan Ketua Pelaksana Kegiatan Panen Raya Ustad Empu didampingi Ketua Gapoktan Mekar Tani Sukija Atmaja.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Cahyan Sopyandi dalam sambutannya mengatakan bahwa ”Pemerintah khususnya Kabupaten pandeglang, pada musim tanam 2009/2010 mengajak kepada seluruh kelompok tani untuk menerapkan Teknologi PTT (Pengelolaan Tanaman Terpadu) dalam berusaha taninya. Dimana pada teknologi ini penekanannya pada penggunaan benih berlabel, pemupukan yang berimbang, cara tanam legowo, cara pengairan intermitent serta pengendalian OPT secara terpadu. Sehingga produktivitas padi sawah dan padi gogo dapat terus ditingkatkan yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan petani, mendorong dan meningkatkan kerja keras petani serta petugas dalam mewujudkan pembangunan pertanian dan perkebunan di Kabupaten Pandeglang ujarnya.

”Kepada para petugas khususnya yang membidangi pertanian dan perkebunan harus selalu mendampingi para petani di lapangan untuk mensukseskan ketahanan pangan disamping memanfaatkan potensi Sumber Daya Alam yang ada di Daerah. Secara Kualitas beras dibeberapa Wilayah Kecamatan terutama Pandeglang Utara mempunyai keunggulan lokalita yang secara Nasional telah diakui dimana mempunyai ke-khasan dalam rasa sehingga ini merupakan potensi yang terus perlu digali dan dikembangkan untuk menunjang Agorbisnis Beras di Kabupaten Pandeglang. Namun demikian dalam pelaksanaan Pembangunan Pertanian beberapa kendala dan masalah selalu ditemui diantaranya infrastruktur pertanian yang belum memadai terutama pada daerah sentra padi di Kabupaten Pandeglang, sehingga berpengaruh pada biaya Transportasi, rendahnya kemampuan petani dalam memenuhi kebutuhan SAPRODI sehingga produksi yang dihasilkan kurang optimal. Namun hal tersebut dapat diatasi berkat kerjasama yang baik antara masyarakat dan pemerintah serta pihak swasta” demikian disampaikan Bupati Pandeglang H.Erwan Kurtubi saat memberikan sambutannya.

Sebelum acara pelaksanaan Panen Raya dimulai Bupati beserta rombongan menyerahkan penghargaan untuk Gapoktan yang berprestasi diantaranya untuk Kelompok Tani Sukajadi, Kelompok Tani Mulya, Kelompok Tani Tunas Harapan, Kelompok Tani Karya Tani II dan Kelompok Tani Wani Tani Mandiri. Selain itu dilaksanakan penyerahan simbolis peserta SL-2010 untuk kelompok tani Mekartani, Kelompok Tani Barokah Sejahtera, Kelompok Tani Rahayu dan Kelompok Tani Sukamanah.

Pada sesi Dialog Langsung dengan para Petani, Bupati sangat meng-apresiasi kemampuan petani dalam menyikapi berbagai permasalahan baik itu mengenai Pertanian maupun harapan-harapan petani dalam menyikapi perkembangan daerah. Berbagai pertanyaan dari petani dapat langsung didialogkan secara langsung dengan Bupati guna mencari solusinya, diantaranya adalah tentang pupuk bersubsidi, perbedaan harga gabah dan kekurangahn tenaga PPL. Dengan mengetahui kesulitan dan hambatan yang dialami petani secara langsung dilapangan, hal ini mudah-mudahan menjadi motivasi bagi aparatur yang terkait dengan sektor pertanian untuk lebih giat dan sungguh-sungguh dalam melaksanakan program-program pertaniannya ujarnya. (iim-humas)

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s