Kondisinya tidak membuat kehilangan keceriaan


Humas – Pandeglang (21/02)

PRESS REALESE :

Kondisinya tidak membuat kehilangan keceriaan

Habibi

PANDEGLANG,  Kisah tragis dan memprihatinkan, kembali dialami keluarga miskin di Kabupaten Pandeglang. Kali ini, menimpa keluarga pasangan Kamran (60) dan Subaekah (52), warga Kampung Pakuhaji Girang, Kelurahan Pager Batu, Kecamatan Majasari. Tujuh dari 12 anaknya, meninggal karena menderita panas yang berkepanjangan, dan tersisa hanya 5 orang, satu diantaranya Habibi (15) harus menderita buta total, karena berawal dari panas pula.

Sejak usia 5 tahun, Habibi menderita buta dimata kirinya, bahkan saat ini bola putih dibagian mata kirinya keluar, tidak lagi terlihat bagian hitamnya dan mengalami buta total didua matanya. Sebelumnya, ia menderita panas tinggi, karena tak kunjung diobati akhirnya berdampak pada urat syaraf matanya.

“Tadinya bengkak biasa, terus saya bawa ke Puskesmas dan dokter di Klinik Ciekek, waktu itu dokter bilang anak saya harus dibawa berobat ke Rumah Sakit, saya juga tidak tahu apa penyakitnya pak,” kata Subaekah, saat ditemui di rumahnya, kemarin.

Ia mengaku, sejak dibawa berobat ke Puskesmas sekitar 5 tahun lalu dan berobat ke dokter di Klinik, Ciekek beberapa tahun silam, anak kelimanya yang diketahui memiliki kecerdikan dalam memanjat pohon tinggi ini, tidak lagi dibawa berobat, karena keterbatasan keuangan keluarga.

“Gimana mau ke rumah sakit, tidak ada uang pak. Saya juga pengen anak saya ini sembuh dan hidup normal seperti anak-anak lainnya, tapi gimana lagi, kami keluarga tidak mampu,” tambahnya.

Kesehariannya, sambung wanita berjilbab ini, Habibi masih suka bermain dengan teman-temannya, tetapi kalau sudah sakit anaknya itu tidak bisa sembuh dalam jangka waktu yang cepat, terlebih benjolan atau kelopak matanya yang sudah keluar atau nonjol itu, selalu dirasakannya kesakitan.

“Kalau sudah sakit, pasti dia ngeluh matanya sakit dan perih. Saya hanya bisa menghibur dan bilang sabar sama anak saya,” tandasnya lagi.

Ditambahkan Kamran (suami Subaekah,red) bahwa selama ini anaknya hanya mendapatkan pengobatan jika ada kegiatan pengobatan gratis dari pihak-pihak tertentu, “Pernah ada acara pengobatan gratis disini, dan Alhamdulillah anak saya ikut. Sempet kempes sesudah diobati, tapi sekarang begitu lagi,” ungkapnya.

Dan hari ini Minggu (21/02) keluarganya mendapat kunjungan dari Ketua TP-PKK Kabupaten Pandeglang Hj. St. Erna Nurhayati Erwan didampingi oleh Dr.Mei Wijaya Kepala Puskesmas Kecamatan Majasari dan beberapa orang petugas dari Dinas Kesehatan. Rombongan yang hari ini berkunjung ke rumahnya, dimaksudkan selain menjenguk kondisi Habibi juga untuk menyerahkan bantuan, baik berupa Cek Medis bagi dirinya juga membawa kebutuhan pokok untuk membantu kebutuhan sehari-hari keluarga tersebut.

”Kondisi yang dialami Habibi saat ini sangat membuat hati saya terenyuh dan tergerak untuk mendatangi keluarga ini. Mudah-mudahan kedatangan saya ini, membawa semangat baru untuk Habibi dalam menyongsong masa depannya. Saling tolong menolong merupakan kewajiban setiap manusia sebagai individu dalam hidup bermasyarakat. Sekarang mungkin kita membutuhkan bantuan orang lain, boleh jadi di lain waktu orang lain memerlukan bantuan kita. Hal inilah yang menggugah kesadaran saya bahwa sebagai individu seharusnya kita saling bahu membahu untuk mewujudkan kebutuhan masing-masing secara bersama-sama” tutur Hj. Siti Nurhayati Erwan kepada Tim Peliputan Humas Kabupaten Pandeglang. (mardiana – iim)

Click untuk memperbesar

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s