Derita Gadis Penderita Penyakit Kaki Gajah


Humas – Pandeglang (21/02)

PRESS REALESE :
“Derita Gadis Penderita Penyakit Kaki Gajah”

Kunjungan Hj.Erna Nurhayati Erwan ke rumah Ny. Lamsi

PANDEGLANG, Lamsi bt Sueb (31) seorang gadis di Kampung Pakuhaji Tengah Kelurahan Pagerbatu Kecamatan Majasari ini, merasa penyakit yang dideritanya sangat menyiksanya. Penyakitnya ini mulai dirasakan sejak ia menginjak kelas 3 SD, awalnya orang tuanya menyangka bahwa itu penyaki kaki gajah, tapi ini penyakit bisul biasa, sehingga mereka tidak memeriksakan putrinya itu. Namun dari waktu ke waktu kaki putrinya semakin membesar sampai ia menginjak usia 31 tahun.

Sebelum mengalami pembesaran kaki Lamsi merasakan demam yang tinggi, namun setelah demam reda, kaki sebelah kanannya tiba-tiba membesar di mulai dari ibu jari, hingga sekarang kakinya semakin membesar. Meskipun rasa sakit dikakinya tak kunjung reda, gadis ini tetap rajin melakukan pekerjaan rumahnya. Berbagai cara telah dia tempuh untuk menyembuhkan penyakitnya, dari mulai dukun hingga dokter pernah dilakukannya, namun penyakit inipun tak kunjung sembuh.

Keadaan kakinya yang tiap tahun makin membesar ini terasa sangat sakit, meskipun rasa itu tak pernah di hiraukan, tidak punya uang alasan utama Lamsi untuk tidak pergi ke dokter, jangankan pergi ke dokter untuk biaya hidup saja sudah pas pasan. Jika penyakitnya kambuh, ia hanya berusaha mencari obat-obatan warung saja ujarnya.

Secercah harapan akhirnya muncul ketika ia dikunjungi oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Pandeglang H.Erna Nurhayati Erwan didampingi oleh Dr.Mei Wijaya Kepala Puskesmas Kecamatan Majasari dan beberapa orang petugas dari Dinas Kesehatan yang menjenguknya, ini memberikan sebuah harapan baru bagi dirinya. Ia berharap kunjungan ini akan sedikit membantu penderitaanya.

Penyakit Kaki Gajah atau Filariasis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan, dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Penyakit ini cukup banyak ditemukan di Indonesia.

Penyakit ini ditularkan melalui nyamuk yang menghisap darah seseorang yang telah tertular sebelumnya. Darah yang terinfeksi dan mengandung larva dan akan ditularkan ke orang lain pada saat nyamuk yang terinfeksi menggigit atau menghipas darah orang tersebut. Tidak seperti Malaria dan Demam berdarah, Filariasis dapat ditularkan oleh 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes & Armigeres. Karena inilah, Filariasis dapat menular dengan sangat cepat.

Gejala Filariais Akut dapat berupa Demam berulang-ulang selama 3-5 hari, demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat, Pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha, ketiak (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit, Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan kearah ujung (retrograde lymphangitis), Filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah, Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema),Gejala klinis yang kronis berupa pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti).

”Bila seseorang tersangka Filariasis ditemukan tanda-tanda dan gejala klinis, diagnosis dilakukan dengan pemeriksaan darah jari yang dilakukan mulai pukul 24.00 malam waktu setempat. Seseorang dinyatakan sebagai penderita Filariasis, apabila dalam darah ditemukan mikrofilaria, dan itu akan kami lakukan hari ini. Pemeriksaan darah ini akan kami lakukan untuk mediagnosa penyakit Ny. Lamsi ini” demikian penjelasan Dr. Mei Wijaya.

Sementara itu Ketua TP-PKK Kabupaten Pandeglang Hj. Erna Nurhayati Erwan menyatakan keprihatinan atas penderitaan Ny. Lamsi ini, ia bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang akan terus berusaha dan berupaya meringankan beban dari Ny. Lamsi ini. ”Kunjungan hari ini mudah-mudahan dapat membangkitkan semangat Ny.Lamsi agar penderitaan yang ia alami sedikit berkurang. Saya sangat prihatin dengan kondisi dan keluarganya. Tidak ada motivasi lain kunjungan saya ini, ini betul-betul sebagai wujud rasa kepedulian dan perhatian saya kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan, pehatian dan pertolongan” ujarnya.

Ketika ia ditanya mengenai bentuk dan jumlah bantuan yang diberikan, beliau menerangkan bahwa meskipun bantuan yang diberikan tidak seberapa, yang terpenting saat ini adalah ia dan rombongan berusaha memberikan motivasi kepadanya. ”Ada sedikit uang yang bisa dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari untuknya dan keluarganya disamping sejumlah sembako yang nanti akan diantarkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang”lanjutnya. (iim-humas)

Click untuk memperbesar

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s