Peringatan Hari Pers Nasional ke-64 di Pandeglang


Humas – Pandeglang (09/02)

PRESS REALESE :

PERINGATAN HARI PERS NASIONAL KE-64 DI PANDEGLANG”

Seorang Jurnalist yg sedang Orasi

PANDEGLANG,  Sekitar 50 orang jurnalis dari berbagai media baik cetak maupun elektronik yang bertugas meliput di Pandeglang berkumpul di Tugu Jam Pandeglang guna menyampaikan orasinya dalam rangka Peringatan Hari Pers Nasional yang ke-64 hari Selasa (09/02). Berikut ini adalah isi Maklumat Jurnalis yang disampaikan oleh kawan-kawan jurnalist :

Tanggal 9 Februari adalah Hari Pers Nasional (HPN). Itu sebagai peringatan atas lahirnya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), 09 Februari 1946 silam, sebagai wadah berhimpunnya kaum jurnalis, baik cetak maupun elektronik. Pasang surut terjadi pada dunia Pers Indonesia. Selama rezim Orde Baru, jangankan bicara kebebasan, setiap karya jurnalistik saat itu tidak lepas dari sensor lembaga pemerintah. Ketika reformasi bergulir Pers menikmati kebebasan yang teramat sangat. Saking bebasnya, terkadang ada sejumlah oknum yang kemudian justru mencemarkan nama baik pers. Se-zaman reformasi, posisi pers kemudian dikukuhkan sebagai pilar keempat demokrasi, bersama eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Namun karena sifatnya yang terbentuk industri, tuntutan agar insan pers bersikap profesional dan mandiri, terus digaungkan. Dilapangan itu masih jauh dari kenyataan. Posisi Wartawan begitu sangat lemah karena penghasilannya yang minim. Walhasil, serangan ”AMPLOP” tak bisa dihindarkan. Lain hal, perangkat hukum yang melindungi  wartawan selaku profesi juga minim. Padahal dilapangan, segala kemungkinan kerap terjadi. Bukan saja teror, bahkan taruhan nyawa.

Menyikapi Fakta diatas kami menyerukan sebuah Maklumat Jurnalis :

Pertama : Mendesak pengelola Industri Media, baik cetak maupun elektronik, khususnya yang beroperasi di Banten, untuk lebih mensejahterakan karyawannya. Standar gaji yang layak, tunjangan jaminan kesehatan, cuti hamil dan lain-lain yang berhubungan dengan penghasilan.

Kedua : Mendesak Pemerintah Daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, untuk menghentikan budaya memberi ”AMPLOP” kepada wartawan yang sedang mengerjakan tugas peliputan. Karena itu adalah bentuk pelecehan terhadap keluruhan cita-cita jurnalisme.

Ketiga : Mendesak aparat penegak hukum, baik kepolisian, kejaksaan, maupun pengadilan untuk menggunakan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dalam mengadili sengketa Pers.

Keempat : Mendukung upaya penyusunan Standar Kompetensi Wartawan. Hal ini sangat penting agar menjadi wartawan tidak hanya sekedar dijadikan pekerjaan selingan tanpa dilandasi keilmuan dan integritas.

Kelima : Menyeru kepada rakyat untuk memposisikan pers sebagai mitra dalam menyuarakan segala bentuk aspirasi. Rakyat diminta tidak takut untuk mengemukakan pendapat untk kemudian dimuat dalam bentuk pemberitaan, selama pendapat itu dilandasi sebuah fakta yang bisa dipertanggungjawabkan.

FORUM WARTAWAN HARIAN PANDEGLANG

(FWHP)

Klik untuk memperbesar….


Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Peringatan Hari Pers Nasional ke-64 di Pandeglang

  1. Ryan berkata:

    Wartawan bersatu Tak Bisa Dikalahkan … !!!

  2. Agus Rusli berkata:

    Kalau hanya memberi amplopnya saja jelas penghinaan, namun pemberian isi amplop syukurilah.
    Rizkiminallah torojol minnanas ( rizkimah ti Allah hanya datangnamah tipada manusia )

  3. abisabila berkata:

    Selamat hari Pers Nasional, semoga pers kita semakin jujur dan bertanggungjawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s