Pencanangan Reboisasi Gabungan


PENCANANGAN REBOISASI GABUNGAN

KAWASAN LERENG SELATAN GUNUNG PULOSARI

SAKETI PANDEGLANG

Bupati Pandeglang secara simbolis membuka Gerakan Reboisasi Gabungan yang dilaksanakan di Kp. Sampalan Lega Desa Talagasari Kecamatan Saketi pada Hari Minggu, 10 Januari 2010 dengan menyerahkan bibit manglid dan melinjo kepada para pelajar SMP/MTs, SMA/MA yang akan ikut menanam dikawasan lereng Selatan Gunung Pulosari sebagai “Planter”.

Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 1500 orang, terdiri dari unsur Pelajar, Gerakan Pemuda Pecinta Lingkungan (GPPL) Kalianda dan masyarakat setempat. Menurut penuturan Dayat Hidayat S.Ag. Mpd kegiatan ini akan menanam pohon sebanyak 3500 pohon yang didapat dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan dan sebanyak 5000 terdiri dari sumbangan masyarakat yang berasal dari 2 kecamatan.

Ikut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Camat Saketi beserta MUSPIKA, Camat Cisata beserta MUSPIKA, Para Kepala Desa dari dua Kecamatan Saketi dan Cisata, Gerakan Pemuda Pecinta Lingkungan (GPPL) Kalianda dan masyarakat setempat.

“Kegiatan ini selain ditujukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan berupaya menghindari terjadinya bencana longsor juga berguna agar kawasan lereng selatan Gunung Pulosari menjadi daerah resapan air. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat sekitar bahwa kelestarian lingkungan akhir-akhir ini menjadi sangat penting, setelah diberbagai titik terjadi penurunan kualitas lingkungan yg rusak akibat penebangan liar” demikian disampaikan Bupati Pandeglang saat ditanya media seputar tujuan dari kegiatan ini.

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Tata Nanzar Riadi mengatakan bahwa “Gunung Karang, Pulosari dan Gunung Aseupan adalah menjadi tempat Resapan Air yang sangat Vital bagi Provinsi Banten, luasnya hampir mencapai 7600 hektar, Meskipun berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan bahwa Kawasan Gunung Akarsari adalah menjadi tanggung jawab PT.PERHUTANI, seluruh komponen masyarakat harus ikut bertanggungjawab dalam melestarikan kawasan ini. Kawasan ini terbagi menjadi kawasan Hutan Lindung dan Kawasan Hutan Rakyat, meskipun demikian ketika masyarakat menebang di kawasan hutan rakyat tidak bisa begitu saja asal tebang untuk kawasan2 tertentu yang dianggap akan merusak daerah resapan air. Oleh karena itu perlu dilakukan sosialisasi agar kegiatan2 tersebut tidak akan mengurangi kualitas lingkungan” ujarnya.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori dan tag , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Pencanangan Reboisasi Gabungan

  1. alhex marley berkata:

    maf itu bukan kailanda tapi kailasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s