Daerah perbatasan Pandeglang, Lebak, Serang serta Provinsi Lampung menjadi Subtansi Pembahasan Raperda RTRW Pandeglang


Humas – Pandeglang (04/03)

Daerah perbatasan  Pandeglang, Lebak, Serang serta Provinsi Lampung menjadi Subtansi Pembahasan Raperda RTRW Pandeglang

Rapat RTRW Pandeglang di Oproom III

PANDEGLANG, Daerah Perbatasan Kabupaten Pandeglang (Lebak dan Serang) serta Provinsi Lampung menjadi Subtansi materi Pembahasan Raperda RTRW Kabupaten Pandeglang Tahun 2009-2029. Rapat yang dilaksanakan di Oproom III hari Kamis (04/03) ini dihadiri langsung oleh Bupati Pandeglang H.Erwan Kurtubi dan didampingi oleh Sekretaris Daerah H.Endjang Sadina dan Kepala Bappeda Kabupaten Pandeglang H.Aah Wahid Maulany.

Berikut ini adalah Subtansi Materi Raperda RTRW Kabupaten Pandeglang Tahun 2009-2029 yang dibahas :

I. LATAR bELAKANG

Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu Kabupaten dari delapan Kabupaten dan kota di Provinsi Banten yang saat ini mengalami pertumbuhan dan perkembangan cukup pesat. Secara hierarkhis  suatu Kabupaten tidak terlepas dari pengaruh Internal (dalam Kabupaten) maupun faktor Eksternal berupa pengaruh dari pertumbuhan dan perkembangan Kabupaten sekitarnya dalam hal ini adalah Kabupaten/Kota Serang, Kabupaten Lebak, Kota Cilegon, dan Kabupaten/Kodya Tangerang) maupun Ibukota Provinsinya yaitu Kota Serang  (KP3B).

Sejalan dengan semakin meningkatnya berbagai kegiatan yang terjadi di Kabupaten Pandeglang, dengan jumlah penduduk tahun 2008 sebanyak  1.146.067 jiwa,  kepadatan penduduk 417 jiwa/Km2 yang tersebar di 35 Kecamatan, 322 Desa dan 13 Kelurahan, terdapat penomena daerah-daerah yang memiliki pertumbuhan cepat yang sekaligus sebagai daerah potensial dalam memberikan kontribusi PAD cukup besar kepada Kabupaten Pandeglang dan Provinsi Banten.

Identifikasi selama 5 tahun berjalan, Kabupaten Pandeglang mengalami  perkembangan dan perubahan fungsi peruntukan Lahan yang diakibatkan oleh :

  • Pertumbuhan Alamiah Penduduk;
  • Pengaruh Kegiatan Regional (Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Cilegon Kabupaten dan Kota Tangerang, serta Kabupaten Lebak);
  • Munculnya Investasi Skala Besar dengan berbagai kegiatannya.

Kabupaten Pandeglang dalam upaya pengaturan, pengendalian dan pemanfaatan ruang telah memiliki Rencana Tata Ruang Wilayah yaitu setelah ditetapkannya melalui Peraturan Daerah Nomor 05 Tahun 2004 tentang RTRW Kabupaten Pandeglang dan saat ini tengah direvisi dan telah disusun peraturan daerah tentang RTRW Kabupaten Pandeglang (2009-2029).

Ditinjau dari tingkat urgensi perwilayahan diperkirakan terdapat perubahan pemanfaatan ruang yang diakibatkan oleh faktor Eksternal seperti perkembangan ekonomi Lokal, regional dan nasional, paradigma penataan ruang,  perubahan kegiatan sektoral dan pengaruh dari kebijakan Tata Ruang Wilayah Nasional. Sedangkan ditinjau secara Internal terjadi  perubahan kondisi-kondisi internal Kabupaten Pandeglang sebagai bagian dari tingginya aspirasi masyarakat dan kebutuhan daerah.

Akan tetapi perubahan dan perkembangan yang sangat pesat dari berbagai sektor atau kawasan itu memerlukan antisipasi terhadap dampak negatif dari perkembangan yang tidak terkendali dan inkonsisten terhadap aturan yang ada.

II. IDENTIFIKASI WILAYAH PERBATASAN DI KABUPATEN PANDEGLANG

Berdasarkan lokasinya dan keterkaitan dengan substansi wilayah perbatasan yang tertuang dalam UU No. 26 tahun 2007 tentang Penataan ruang, Kabupaten Pandeglang memiliki wilayah perbatasan :

  1. Perbatasan Kabupaten Pandeglang sebagai bagian dari Provinsi Banten dan Negara Repubik Indonesia yang berbatasan dengan Negara Lain yaitu Pulau Deli sebagai pulau terluar.
  2. Perbatasan Kabupaten Pandeglang sebagai bagian dari Provinsi Banten  berbatasan  dengan provinsi lain yaitu dengan Provinsi Lampung.
  3. Perbatasan Kabupaten Pandeglang sebagai bagian dari Provinsi Banten  berbatasan  dengan Kabupaten lain dalam provinsi yaitu berbatasan  dengan Kabupaten Serang dan Kabupaten Lebak.

Pengaruh daerah perbatasan tersebut terhadap Kabupaten Pandeglang adalah sangat besar dimana Kabupaten Serang dan Kabupaten Lebak selain memiliki hubungan historis juga adanya keterikatan geografis dari lokasi perbatasan ini. Hal ini terlihat bahwa pada wilayah perbatasan khususnya dengan kondisi fisik terbangun bersebelahan atau dibatasi oleh Sungai akan nampak sulit dibedakan, sedangkan pada beberapa wilayah yang dilalui jalur jalan yang memiliki aksesibilitas sama akan terlihat interaksi cukup jauh (menjangkau ke masing-masing Wilayah).

Adapun wilayah yang memiliki interaksi cukup tinggi dalam kaitannya perubahan pemanfaatan lahan di daerah perbatasan antara lain :

1.   Perbatasan Pantai Carita (Serang- Pandeglang)

Perbatasan Kabupaten Serang – Kabupaten Pandeglang di wilayah Pantai Carita adalah wilayah yang menyatu secara fungsi sebagai kawasan wisata yang secara administrasi berbatasan antara Kecamatan Carita dengan Kecamatan Cinangka dan dimasa mendatang fungsi ini akan berkembang sejalan dengan program pariwisata terpadu di provinsi Banten.

2.   Perbatasan Baros (Serang – Pandeglang)

Perbatasan Kabupaten Serang – Kabupaten Pandeglang di wilayah Baros adalah wilayah yang menyatu secara fungsi sebagai Koridor jalan raya Serang yang secara administrasi berbatasan antara Kecamatan Baros dengan Kecamatan Cadasari dan saat ini fungsi ke dua wilayah berinteraksi baik itu dalam sektor ekonomi, pendidikan serta kesehatan.

  1. Perbatasan Ciomas, Padarincang, Mandalawangi, Cadasari (Serang– Pandeglang)

Perbatasan Kabupaten Serang – Kabupaten Pandeglang di wilayah Ciomas, Padarincang, Mandalawangi, Cadasari adalah wilayah yang menyatu secara fungsi sebagai wilayah pertanian dan saat ini fungsi ke dua wilayah berinteraksi secara ekonomi.

4.   Perbatasan Warunggunung (Lebak – Pandeglang)

Perbatasan Kabupaten Lebak – Kabupaten Pandeglang di wilayah Warunggunung adalah wilayah yang menyatu secara fungsi sebagai Koridor jalan raya Pandeglang – Rangkasbitung yang secara administrasi berbatasan antara Kecamatan Warunggunung dengan Kecamatan Koroncong dan saat ini fungsi ke dua wilayah berinteraksi baik itu disektor ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

5.   Perbatasan Banjarsari (Lebak – Pandeglang)

Perbatasan Kabupaten Lebak – Kabupaten Pandeglang di wilayah Kecamatan Banjarsari adalah wilayah yang menyatu secara fungsi sebagai Koridor jalan raya Picung-Malingping yang secara administrasi berbatasan antara Kecamatan Banjarsari dengan Kecamatan Picung dan Sodong. Saat ini fungsi ke dua wilayah berinteraksi secara ekonomi dan lebih cenderung penduduk Banjarsari berorientasi ke Kabupaten Pandeglang.

6.   Perbatasan Malingping (Lebak – Pandeglang)

Perbatasan Kabupaten Lebak – Kabupaten Pandeglang di wilayah Kecamatan Malingping adalah wilayah yang menyatu secara fungsi sebagai Koridor jalan raya Picung – Malingping yang secara administrasi berbatasan antara Kecamatan Malingping dengan Kecamatan Cikeusik dan saat ini fungsi ke dua wilayah berinteraksi secara ekonomi dan lebih cenderung penduduk Cikeusik berorientasi ke Kabupaten Lebak terutama pada wilayah Pantai Binuangeun.

III. REKOMENDASI RTRW KABUPATEN PANDEGLANG DALAM KAITANNYA DENGAN WILAYAH PERBATASAN

Secara umum rekomendasi RTRW Kabupaten Pandeglang dalam kaitannya dengan wilayah perbatasan meliputi :

  1. Dalam upaya keterpaduan perencanaan penataan ruang perlu dilakukan sinkronisasi dan koordinasi dalam penataan kawasan perbatasan dengan berpedoman pada RTRW Provinsi Banten;
  2. Khusus wilayah perbatasan dengan Negara lain telah direkomendasi oleh RTRW Provinsi dan RTRW Kabupaten Pandeglang sebagai Kawasan Strategis Nasional/Provinsi/Kabupaten dengan dasar sebagai kawasan startegis untuk kepentingan pertahanan dan keamanan;
  3. Khusus wilayah perbatasan dengan Provinsi Lampung telah direkomendasi oleh RTRW Provinsi dan RTRW Kabupaten Pandeglang sebagai Kawasan pengembangan Zona Ekonomi Ekslusif dengan radius 1 Mil dari wilayah perairan;
  4. Penegasan batas-batas wilayah Kabupaten, Kecamatan dan Desa dipertegas dengan pembuatan tapal batas wilayah dengan terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Kabupaten tetangga;
  5. Penetapan tapal batas dinyatakan dalam koordinat dan dilegalisasi dengan penetapan patok benchmark  dan atau melalui pembuatan batas fisik atau penetapan batas alamiah yang berfungsi sebagai pembatas wilayah.
About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

2 Balasan ke Daerah perbatasan Pandeglang, Lebak, Serang serta Provinsi Lampung menjadi Subtansi Pembahasan Raperda RTRW Pandeglang

  1. lindsay berkata:

    Salam.. Ijin Share berita.

  2. lindsay berkata:

    Perbatasan secara asminitratif sudah jelas dan sudah ditentukan.. Berarti masing2 wilayah mempunyai data yang jelas mengenai potensinya masing2, tinggal pengelolaan dan pemberdayaan wilayah masing2 demi kemajuan banten tentunya.
    Salam dan sukses selalu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s